6 Fakta Menarik Arem-Arem, Sering Dianggap Lemper

Angelina Melisa Rabu, 5 jam yang lalu
SHARE

Siapa nih yang suka menyantap arem-arem di pagi hari? Arem-arem adalah makanan tradisional khas Indonesia yang sering dijumpai di antara jajanan pasar pagi.

Arem-arem menjadi salah satu jajanan tradisional yang praktis, lezat, dan mengenyangkan, sehingga disukai banyak orang. Tidak heran jika arem-arem selalu laris manis terjual di pasar.

Di balik keunikan arem-arem yang dibungkus daun pisang, ada 6 fakta menarik tentang arem-arem yang belum diketahui banyak orang. Jadi penasaran, ya? Yuk, simak ulasan yang sudah Bakingworld.id rangkum di bawah ini!

Arem-arem Bukan dari Malang

Arem-arem merupakan jajanan tradisional yang populer di sekitar Jawa  dan hampir tersebar di seluruh Indonesia. Tidak jarang juga, masih banyak orang yang sering mengira arem-arem berasal dari Malang, padahal makanan khas Malang adalah orem-orem bukan arem-arem, loh.

Lantas,arem-arem berasal darimana?

Arem-arem adalah jajanan tradisional khas Kebumen, Jawa Tengah. Berbeda dengan orem-orem Malang, arem-arem terbuat dari nasi yang diisi dengan sambal lalu dibungkus dengan daun pisang. Sementara orem-orem merupakan sajian sayur, tempe dan lontong. Jadi tidak boleh sampai keliru lagi ya, Baking Friends!

Arem-arem Bukan Jenis Kue atau Camilan

Sebagian besar orang menganggap arem-arem adalah kue atau camilan tradisional. Sebenarnya dahulu arem-arem disajikan sebagai hidangan praktis untuk sarapan sebelum berangkat kerja. Konon, arem-arem merupakan versi lain dari penyajian nasi dan lauk dalam ukuran kecil yang dihidangkan untuk sarapan.

Konon Arem-arem Dijadikan Bekal Oleh Para Petani

Selain disajikan sebagai menu untuk sarapan pagi, arem-arem juga sering dijadikan sebagai bekal oleh  para petani. Arem-arem sangat praktis dibawa kemana-mana, sehingga banyak petani yang menjadikan arem-arem sebagai bekal dikala terasa lapar saat bekerja di sawah namun belum bisa pulang untuk makan siang di rumah.

Arem-arem Tidak Sama dengan Lemper

Seringkali masih banyak orang yang keliru dengan arem-arem dan lemper karena keduanya tampak sama seperti kembaran. Namun, lemper dan arem-arem tidak sama, dari segi bahan baku pembuatannya saja sudah berbeda. Arem-arem terbuat dari bahan utama beras putih, sementara lemper terbuat dari beras ketan.

Perbedaan bahan yang digunakan tentu saja membuat cita rasa keduanya berbeda, kalau dari segi tampilan tampak arem-arem memiliki ukuran yang lebih besar daripada lemper.

Dahulu Arem-arem Hanya Nasi Berisi Sambal

Tidak seperti sekarang, dahulu arem-arem hanya sajian sederhana saja yaitu nasi yang diisi dengan sambal goreng seperti sambal tempe, tahu, sayuran dan hati ayam. Konon, arem-arem hanya hidangan sederhana untuk sarapan saja. Kini arem-arem dibuat dengan berbagai varian isian yang lezat dan sering disajikan di berbagai acara besar sebagai camilan.

Arem-arem cocok Dipadukan dengan Gorengan

Dahulu arem-arem hanya hidangan nasi yang berisi sambal goreng sehingga sangat cocok dipadukan dengan aneka gorengan. Jika kamu berkunjung ke daerah asalnya di Kebumen, arem-arem biasanya dijual bersama beraneka macam gorengan, loh. Kebayangkan bagaimana nikmatnya makan arem-arem dengan gorengan?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Produk List


Artikel Terkait

Where to chow and iptv4sat Champions League? - Restaurants